Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2010

Puisi "MAMA"

Ma... Senyummu Selalu sejukkan kalbuku..  Usapan hangat dan ciumanmu jadi obat terbaikku  Nasihatmu jadi guru penuntunku..  Ma... Aku tahu.. Kau selalu usap air matamu..kala kau sedih  Aku tahu.. kau tahan rintihanmu...kala kau sakit  Aku tahu.. Kau tahan gerammu Bila marah berkobar di dadamu  Ma... Aku tak pernah buatmu bahagia..  Tak pernah pula buatmu bangga  Aku pun tak bisa berimu emas, intan bahkan permata  Ma.. Aku hanya bisa persembahkan cinta dan baktiku untuk mu

Puisi "Hatiku"

Aku mengalah...  Bukan karena aku lemah.. ataupun kalah..  Aku takluk... Bukan karena aku takut atau tunduk  Aku diam bukan karena aku tak ada rasa dan jiwa..  Aku mengalah...  Aku takut...  Aku diam...  Karena aku yakin Kau imam penunjuk jalan surgaku   Tapi... Mengalahku, t akutku, dan diamku..  Kau jadikan tahtamu  Kesombonganmu  Kini ku lari... dari rasa takut,  mengalah dan diamku Biarlah ku cari Jalan surga itu... S Sendiri tanpamu....

Puisi 'Kakak"

Teringat ku pada masa kecil ku  dimana kau merayuku  ketika aku marah  karena kau minta makanan yang ku makan dari ku  ku buang makanan itu, dan kau pun memungutinya satu demi satu,..  kau pun yang mengobati luka di kakiku ketika ku terjatuh dari sepeda,  yang sebenarnya sepeda itu kurebut darimu..  kesabaranmu dan keceriaanmu membuat hari hari yang dilalui terasa indah dan berkesan.  Tapi itu dulu.. l ebih sudah lima tahun lamanya ku tak lagi mengenal sosok mu..  tak ada lagi keceriaan yang selalu tersirat dari matamu  tak ada lagi kesabaran yang terucap dari bibir mu.  ku tak mengenal siapa kamu kini..  ada apa dengan mu..  ku tahu kau adalah jiwa yang pendiam  kau hanya mengungkapkan rasamu l ewat pancara matamu itu bukan kamu..  abang ku sayang ..